Berkunjung ke Jogja bukan merupakan hal baru untuk saya. Sudah 6 atau 7 kali saya ke Jogja namun selalu hanya untuk urusan pekerjaan atau training. Mengingat Jogja lagi happening, business trip kali ini saya extend dan memboyong keluarga di hari terakhir urusan pekerjaan saya yakni 13 Januari 2017. Keluarga saya tiba di Jogja di hari Jumat siang hari jam 12 siang. Seperti biasa formasi lengkap dengan trio kesayangan saya, papanya dan kali ini ditambah mama tercinta.
Saya menyewa mobil Suzuki Ertiga selama 3 hari dan dikenakan charge sebesar 1,4 juta include supir, bensin dan lain-lain. Yang tidak termasuk hanya biaya parkir selama 3 hari. Berikut contactnya: Pak Sutrisno (08157978535). Setiba keluarga di bandara Adi Sucipto kami makan siang dulu di food court Lippo Plaza. Favorit saya adalah Kedai Peko Peko yang sudah beberapa kali saya coba selama di Jogja. Selain itu, mie godog Jogja juga ada di food court ini (menu favorit: mie godog goreng). Untuk lidah saya yang agak bawel, kedua makanan ini sangat cocok di mulut dan kantong. Maklum, di Kedai Peko Peko seporsi ramen plus telur hanya dihargai Rp 15 ribu.
Selepas makan siang (jam 2) kami segera menuju Candi Borobudur yang menawan hati. Harga tiket masuk adalah Rp 30 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak. Anak di bawah 4 tahun masih gratis. Setelah memasuki kawasan Borobudur, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari karcis kereta api, ternyata letaknya tidak jauh dari pintu masuk. Hanya berjalan lurus, kami segera membeli tiket kereta api Rp 7.500 per orang (anak di bawah 3 tahun gratis). Kita akan diajak berkeliling memutari kawasan Candi Borobudur yang asri. Ada gajah yang bisa dinaiki, ada museum dan pohon-pohon yang sangat asri dan tidak membosankan. Sekitar 15 menit kami pun tiba di Candi Borobudur. Siap-siap menaiki tangga yang cukup banyak dan curam yaaa..
![]() |
| Berfoto dengan latar stupa |
Dari atas candi kita bisa melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Puas berfoto dengan Candi, kami segera turun dan mengikuti petunjuk arah menuju pintu keluar. Bagi rekan-rekan yang ingin belanja, harga souvenir di candi ini murah meriah bahkan lebih murah daripada Malioboro ataupun tempat wisata lainnya. Kuncinya hanya satu: tawar menawar. Jalan menuju pintu keluar cukup jauh karena melewati banyak sekali pedagang souvenir. Akhir dari pedagang-pedagang ini, kita akan tiba di lapangan parkir.
Dari Borobudur, kami menuju ke Alun-Alun kota Jogja untuk menaiki odong-odong. Namun, karena kelaparan, sebelum sampai ke tempat odong-odong kami makan di salah satu cabang gudeg Yu Djum yang populer.
Di alun-alun, odong-odong berbaris banyak sekali dan kita tinggal memilih model yang kita suka. Anak-anak tentunya memilih yang besar, ada musik keras-keras dan yang paling penting ada "telolet". Kami dikenakan harga Rp 50 ribu untuk 2 kali putaran. Anak-anak senang luar biasa bermain odong-odong ini.
![]() |
| Odong-odong kami |
Hari kedua, pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan jam 6.30 sudah di mobil untuk menuju Goa Pindul. Sepanjang menuju Goa Pindul di Gunung Kidul banyak sekali marketing yang menawarkan jasa wisata Goa Pindul. Kami disarankan Pak Sutrisno (supir kami) untuk langsung menuju Pancawisata karena memiliki izin resmi dari pemerintah daerah untuk menjalankan wisata Goa Pindul ini. Harga tiket Rp 35 ribu per orang baik dewasa maupun anak. Kelebihan lainnya Pancawisata terletak di belakang Goa Pindul jadi kita tidak lelah berjalan kaki. Goa Pindul menawarkan sensasi wisata tersendiri karena kita duduk di atas ban. Di samping kiri kanan ban ada tali yang dapat kita pegang sehingga satu sama lain kita akan tersambung. Menyusuri goa kira-kira 30 menit sambil dijelaskan oleh pemandu tentang stalagtit, stalagmit, dan lain-lain. Setelah penyusuran goa selesai, kita diizinkan berenang dan bersantai-santai. Oh ya, kami cukup beruntung karena datang ke Goa ini dalam kondisi sepi. Setelah kami selesai, banyak sekali rombongan wisata yang datang ke Goa ini sehingga mereka berdesak-desakan di goa. Kami tidak terlalu lama di Goa Pindul karena ingin segera menuju ke Pantai Krakal. Di pantai ini, kami bersantai agak lama menikmati pasir dan suasana pantai hingga sore hari.
| Berpose sebelum nyemplung |
| Goa Pindul |
![]() |
| Bermain pasir di pantai Krakal |
Malam harinya, setelah beristirahat dan berenang lagi di hotel, kami belanja di batik Rumah dan menyusuri Jalan Malioboro untuk belanja lagi di Batik Mirota. Hari kedua cukup melelahkan untuk kami. Untungnya, anak-anak selalu tertidur pulas di mobil dalam perjalanan kemanapun sehingga memungkinkan untuk recharge.
Hari ketiga jam 7 pagi kami menuju ke Gunung Merapi untuk mengikuti Lava Tour. Ngapain sih Lava Tour itu? Kamu harus coba!!! Saya suka banget sama Lava Tour ini. Kita akan naik jeep maksimal 1 jeep itu 4 orang. Karena ber-6 jadi kita sewa 2 jeep. Kebetulan ada kenalan dari teman sehingga dapat harga miring untuk sewa jeep ini. Kita akan dibawa ke museum peninggalan erupsi, batu alien, tempat pemandangan, bunker gunung merapi dan terakhir track sungai. Semuanya memberikan sensasi tersendiri dan buat saya sih sangat menyenangkan. Saya ambil short track sehingga total hanya 2,5 jam. Yang bagus apanya? Sensasi naik jeep, pemandangannya, pengalamannya, track sungainya kerennnn...
Setelah Lava Tour, urusan oleh-oleh kami mempercayakan kepada bakpia Kurnia sari yang lagi nge-hits dan paket besek dari Yu Djum Adi Sucipto sebelum menuju bandara. Untuk hotel, lagi-lagi saya mempercayakan kepada Accor Group (Ibis Hotel Malioboro) yang sangat memuaskan. Saya dapat harga member, gratis makan pagi karena pakai voucher member, gratis wifi karena member, jalan-jalan ke Malioboro sangat nyaman karena memang hotel kami disana, dapat late check out hingga jam 4 sore karena member dan dapat upgrade kamar pula karena member. Bener-bener untung dhe jadi member Accor plus ini.
Overall, perjalanan kami ke Jogja saya beri nilai 9 dari 10. Indonesia is beautiful :):):)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar